alt text

Akreditasi Institusi = Harga Mati!

Akreditasi institusi merupakan isu yang sensitif. Saking sensitifnya sering disamarkan publikasinya, cenderung disimpan. Civitas akademika tak pernah diberi kesempatan untuk melihat “nilai dan posisi” mereka sendiri dalam mengelola institusi yang bergerak di layanan bidang pendidikan. Artinya, tak pernah diberi ruang untuk punya “sense of crisis” dan “sense of belonging” atas capaian tersebut. Akhirnya kerja pencapaian akreditasi menjadi pekerjaan orang per orang atau Tim Adhoc saja, bukan kerja sinergis seluruh civitas akademika.

Link #1
alt text

Makna Tiap Hari di bulan Ramadhan

Subhanallah, Ramadhan memang begitu penuh berkah, maka tak henti2nya kita wajib bersyukur karena kita masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan Ramadhan. Ternyata memang benar makna tiap hari dibulan ramadhan penuh berkah dan ampunan. Terus terang penulis merasa bergidik dan merinding saat menulis malam demi malam makna tiap hari dibulan ramadhan..... Insya Allah kita yang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan menjadi orang-orang yang bertaqwa. Amin

Link #2
alt text

Prof. Eko Budiharjo berpulang

Sebagai intelektual yang bermutu di atas rata-rata, beliau sangat njawani. Meskipun bukan dibesarkan di Semarang beliau sangat Semarang, lebih Semarang di atas rata-rata orang Semarang. Inilah yang membuat penulis dan kami khawatir, karena bakal ada kegersangan disetiap acara di kampus kami tanpa kehadiran beliau.

Link #3
alt text

Pilkada tak Langsung

Pilar demokrasi diatas pondasi yang bangun dengan darah dan air mata, seakan terabaikan oleh rasa haus kekuasaan. Patut dipertanyakan, kemanakah mereka di era gerakan reformasi? Tidurkah? comakah?.

Link #4
alt text

Tab number #5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Proin et felis eget tellus pharetra porttitor. Praesent dui arcu, egestas quis, adipiscing a.

Link #4
alt text

Tab number #6

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Proin et felis eget tellus pharetra porttitor. Praesent dui arcu, egestas quis, adipiscing a.

Link #4
alt text

Tab number #7

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Proin et felis eget tellus pharetra porttitor. Praesent dui arcu, egestas quis, adipiscing a.

Link #4
alt text

Tab number #8

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Proin et felis eget tellus pharetra porttitor. Praesent dui arcu, egestas quis, adipiscing a.

Link #4

Artikel terpopuler

Dr Sulistyo, M.Pd telah berpulang.

  • Senin, 14 Maret 2016
  • by
  • mr jarkoni
  • Ketua PB PGRI
    Telah berpulang ke Rahmatulloh Bpk Dr. Sulistyo, M.Pd /Ketua Umum PB PGRI /Anggota DPD RI kemarin siang pk.11.00-12.00 di RS Mintoharjo, Pejompongan Benhil.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ

    Dr Sulistyo, M.Pd adalah anggota DPD RI asal Jateng, Ketua PGRI, siang kemarin  wafat di RS AL Mintoharjo, Jkt. Beliau berada di RSAL tersebut sedang terapi oksigen, tiba-tiba terjadi musibah tabungnya meledak sehingga terbakar. Bersama beliau ada 3 orang lain yg menjadi korban meninggal. Mudah-mudahan beliau husnul khotimah.

    Dunia Pendidikan Indonesia dan khususnya Semarang Jateng telah kehilangan Putra Terbaik yang pantas menjadi panutan atas perjuangannya dibidang pendidikan Alm. Dr. Sulistyo, M.Pd semoga Arwahnya diterima di Surga Allah SWT.
    Read More...

    Pilkada tidak langsung vs Kampus

  • Senin, 15 September 2014
  • by
  • mr jarkoni
  • Kuasa Rakyat, Jangan di rampas!

    Gerakan Reformasi tahun 1998 yang lahir dari kampus dan telah menelan korban jiwa tidak sedikit beberapa hari belakangan ini sedang ada upaya penodaan. Penodaan hasil reformasi semakin parah menuju sikap pengkhianatan atas demokrasi dalam pemilihan kepala daerah secara langsung. Suasana politik pasca pilpres 2014 ternyata memperlihatkan bagaimana kaum elite yang gerah dengan kemenangan lawan. Sikap tak sportif yang jauh dari sikap negarawan pasti akan membuat muak kaum intelektual kampus. Asazi Demokrasi yang sedang dinikmati terancam terampas oleh tindakan yang didasari perasaan emosi dan balas dendam.

    Pilar demokrasi diatas pondasi yang bangun dengan darah dan air mata, seakan terabaikan oleh rasa haus kekuasaan. Patut dipertanyakan, kemanakah mereka di era gerakan reformasi? Tidurkah? comakah?.

    Masyarakat kampus akankah tinggal diam dengan rongrongan demokrasi yang telah mereka bangun dengan korban kawan-kawan anda, pacar anda, saudara anda, mahasiswa anda. Ancaman sudah didepan mata, demokrasi semu yang pernah membelenggu pernah berhasil kalian dobrak, kalian gugat, kini perlu kalian susun kekuatan lagi. Popor bedil, penjara, gas air mata, pernah tak menakutkan kalian. Kini ancaman kita lebih menakutkan karena orang-orang yang sedang mendidih darahnya karena dendam dan kemunafikan.

    Pada alinea akhir tulisan ini penulis cuplik blog arrasyid1.blogspot.com tentang Gerakan Mahasiswa.

    Gerakan mahasiswa harus menjadi gerakan ilmiah yang dibangun diatas basis rasionalitas yang tangguh. Gerakan mahasiswa bukanlah gerakan emosional yang dibangun diatas romantisme sejarah masa lalu sekaligus sarana penyaluran agresi gejolak muda. Partisipasi mahasiswa dalam gerakan merupakan respon spontan atas situasi sosial yang tidak sehat, bukan atas ideologi tertentu, melainkan atas nilai-nilai yang ideal. Gerakan mahasiswa bersifat independen dari kelompok kepentingan tertentu,tetapi tidak menutup kemungkinan ada langkah bersama, ini bisa terjadi lantaran sifat gerakan mahasiswa itu sendiri yang merupakan penyalur aspirasi rakyat dan gerakan moral. Dalam perjuangannya gerakan mahasiswa hari ini dituntut untuk mampu mengembangkan jejaring dengan elemen manapun sebagai bagian dari membangun gerakan yang berguna untuk kepentingan masyarakat. 

    Artikel direkomendasi : Koalisi Super Body Keprihatinan Demokrasi

    Read More...

    Prof. Eko Budihardjo berpulang

  • Sabtu, 02 Agustus 2014
  • by
  • mr jarkoni
  • Alm. Prof. Eko Budihardjo, MSc
    Sepeninggal almarhum, masyarakat kampus khususnya ditempat penulis bekerja merasa sangat kehilangan sosok yang begitu menyenangkan. Prof. Eko, dua - tiga tahun belakangan ini selalu ditunggu kehadirannya di tiap forum di kampus kami. Beliau sebagai ketua badan pembina, hampir tak pernah absen rawuh di acara-acara yang diselenggarakan dikampus kami. Puisinya, pantunnya, guyonannya, pituturnya, membuat suasana nyaman, segar, bernas, menggemaskan, yang pasti nganggeni (dirindukan). Semua orang pasti tahu, beliau biasa membuka atau menutup pidatonya dengan puisi-puisinya.
    Quotes from Prof. Eko ( sumber : ekobudihardjo.blogspot.com )
    "A City without old buildings is just like a man without memory"
    Bila satu pintu tertutup, carilah pintu lain yang terbuka. Bila semua pintu tertutup, carilah jendela yang terbuka. Bila semua jendela tertutup, carilah atap yang terbuka. Dan bila semuanya sudah tertutup, kembalilah cari pintu yang tak pernah tertutup yaitu pintu doa.
    Sebagai intelektual yang bermutu di atas rata-rata, beliau sangat njawani. Meskipun bukan dibesarkan di Semarang beliau sangat Semarang, lebih Semarang di atas rata-rata orang Semarang. Inilah yang membuat penulis dan kami khawatir, karena bakal ada kegersangan disetiap acara di kampus kami tanpa kehadiran beliau.

    Almarhum pernah dua periode sebagai Rektor Undip (1998-2006) kini terbaring tenang di pemakaman keluarga besar Undip di Tembalang.

    Aku yakin beliau tak mengenal aku, tapi aku tak peduli itu. Yang aku peduli hanya kini aku tak mungkin mendengar puisi-puisi darinya. Aku khawatir esok atau lusa tak akan ada penggantinya. Gersang pastinya.
    Read More...

    Makna tiap hari di bulan Ramadhan

  • Senin, 30 Juni 2014
  • by
  • mr jarkoni
  • Makna Ramadhan
    Makna tiap hari di bulan Ramadhan
    Ramadhan 2014 telah datang dan kita sambut dengan "Marhaban ya Ramadhan". Agar lebih mendorong kita melaksanakan ibadah-ibadah pada siang maupun pada malam-malam ramadhan 1432 H seperti Qiyamullail / Sholat Tarawih, penilis salinkan dialog Ali bin Abi Thalib r.a. bersama Nabi kita Muhammad SAW dalam kitab "Durratun Nashihin" halaman 66 / 67 BAB 4 tentang "Fadhillah Bulan Ramadhan" sebagai berikut. "Ali bin Abi Thalib r.a. bertanya kepada Rosulullah SAW tentang Fadhillah Sholat Tarawih, Nabi kita SAW menjawab : Sholat Tarawih / Qiyamullail pada :
    • Malam 1   : Diampuni dosanya, bersih seperti bayi yang baru lahir.
    • Malam 2   : Diampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya yang mukmin.
    • Malam 3   : Malaikat memanggilnya dari bawah "Arasy" segeralah kamu beramal karena Allah mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu.
    • Malam 4   : Diberikan pahala sebanyak pahala membaca Taurat, Injil, Jabur dan Al Qur'an.
    • Malam 5   : Diberikan pahala seperti pahala shalat di Masjidil Haram, masjid Nabawi dan Masjid Aqsa.
    • Malam 6   : Seperti pahala tawaf di Baitul Makmur, setiap batu-batuan dan tanah liat beristighfar untuknya.
    • Malam 7   : Seolah-olah bertemu dengan Nabi Musa dan berjuang bersamanya melawan Fir'aun dan Haman.
    • Malam 8   : Diberi segala yang diterima Nabi Ibrahim AS
    • Malam 9   : Seolah-olah dia beribadah yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW
    • Malam 10 : Allah SWT memberinya kabaikan dunia dan akhirat
    • Malam 11 : Ia bakal meninggal dunia bersih dari segala dosa seperti bayi yang baru dilahirkan
    • Malam 12 : Dihari qiyamat wajahnya bercahaya seperti bulan purnama
    • Malam 13 : Kelak dihari qiyamat aman dari segala azab
    • Malam 14 : Dibebaskan dari hisab (perhitungan), para malaikat memberikan kesaksian atas ibadah sholat Tarawihnya
    • Malam 15 : Bersholawat / berdoa untuknya para malaikat penanggung aras dan kursi
    • Malam 16 : Dibebaskan dari siksa neraka dan bebas pula masuk surga
    • Malam 17 : Diberi pahala seperti yang diterima para Nabi
    • Malam 18 : Malaikat memenggilnya : "Ya Hamba Allah" engkau dan kedua bapak ibumu telah diridhoi oleh Allah SWT
    • Malam 19 : Derajatnya ditinggikan di Surga Firdaus
    • Malam 20 : Diberi pahala syuhada dan shalihin
    • Malam 21 : Dibangun sebuah gedung nur di surga
    • Malam 22 : Kelak di hari qiyamat aman dari bencana yang menyedihkan dan menggelisahkan
    • Malam 23 : Dibangun sebuah kota di surga
    • Malam 24 : Doa yang dipanjatkan sebanyak 24 doa dikabulkan
    • Malam 25 : Dibebaskan dari siksa kubur
    • Malam 26 : Pahala baginya ditingkatkan selama 40 tahun
    • Malam 27 : Melintasi shirat bagai kilat menyambar
    • Malam 28 : Ditinggikan derajatnya 1000 tingkat surga
    • Malam 29 : Diberi pahala sebanyak 1000 haji mabrur
    • Malam 30 : Diseru Allah dengan firmanNya : "Ya Hambaku, silahkan makan buah-buahan surga, silahkan mandi air salsabil dan minumlah dari telaga kautsar. Akulah Tuhanmu dan kamu adalah hambaKu"

    Subhanallah, Ramadhan memang begitu penuh berkah, maka tak henti2nya kita wajib bersyukur karena kita masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan Ramadhan. Ternyata memang benar makna tiap hari dibulan ramadhan penuh berkah dan ampunan. Terus terang penulis merasa bergidik dan merinding saat menulis malam demi malam makna tiap hari dibulan ramadhan..... Insya Allah kita yang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan menjadi orang-orang yang bertaqwa. Amin
    Read More...

    Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi = Harga Mati!

  • Rabu, 29 Januari 2014
  • by
  • mr jarkoni
  • akreditasi

    Mencari sebuah status tidak hanya berlaku bagi manusia, tetapi juga bagi institusi pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Dalam hal ini status yang dicari oleh perguruan tinggi lebih pada status akan kualitasnya dalam berbagai sudut pandang. Untuk mendapatkan status tersebut, perguruan tinggi biasanya melakukan sebuah proses yang dinamakan akreditasi.

    Akreditasi merupakan salah satu bentuk penilaian (evaluasi) mutu dan kelayakan institusi perguruan tinggi atau program studi yang dilakukan oleh organisasi atau badan mandiri di luar perguruan tinggi.Akreditasi institusi dan prodi merupakan isu yang sensitif. Saking sensitifnya sering disamarkan publikasinya, cenderung disimpan. Publik tak pernah diberi kesempatan untuk melihat “nilai dan posisi” mereka sendiri dalam mengelola institusi yang bergerak di layanan bidang pendidikan. Artinya, tak pernah diberi ruang untuk punya “sense of crisis” dan “sense of belonging” atas capaian tersebut. Akhirnya kerja pencapaian akreditasi menjadi pekerjaan orang per orang atau Tim Adhoc saja, bukan kerja sinergis seluruh civitas akademika.Akreditasi merupakan suatu proses dan hasil. Sebagai proses, akreditasi merupakan upaya Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk menilai dan menentukan status kualitas institusi perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Sebagai hasil, akreditasi merupakan status mutu perguruan tinggi yang diumumkan kepada masyarakat. 

    Banyak hal yang membuat kebutuhan akreditasi itu menjadi tak bisa ditawar-tawar. Kebutuhan akan akreditasi di jurusan/prodi sangat mendesak sekali. Sanksi yang akan dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) pada jurusan/prodi yang belum terakreditasi bisa beragam, mulai dari tidak bisa mewisuda lulusan, diasuh oleh jurusan lain, pencabutan izin, sampai penutupan prodi, tergantung dari hasil evaluasi Dikti.Undang-Undang 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi (Dikti) mengamanatkan bahwa mulai 10 Agustus 2014, ijazah dikatakan legal jika dikeluarkan oleh kampus yang institusi dan prodinya terakeditasi. Jika prodinya saja yang terakreditasi, ijazahnya dianggap “ijazah bodong”.Akreditasi menjadi kunci bagi alumni untuk memasuki lapangan pekerjaan. Beberapa alumnus banyak yang tidak diterima menjadi PNS di daerahnya karena masalah akreditasi, banyak perusahaan yang memasukkan akreditasi sebagai kualifikasi sebuah pekerjaan.

    Masih berhubungan dengan pendidikan dan pengajaran, ternyata akreditasi menjadi instrumen penilaian dengan skor tertinggi sebagai prasyarat hibah pendidikan. Hasil penelitian yang dilakukan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terhadap 79 prodi yang dimilikinya pada tahun 2009 menunjukkan hasil bahwa akreditasi memiliki potensi pengembangan diri secara multipurpose. Terdapat tiga fenomena dampak sebelum dan sesudah akreditasi prodi terhadap perolehan dana hibah. Fenomena tersebut adalah: (1) sebelum dan sesudah akreditasi tetap mendapatkan dana hibah, (2) sebelumnya mendapat dana hibah dan sesudahnya tidak, (3) sebelum akreditasi tidak mendapat dana hibah dan sesudah akreditasi mendapatkan dana hibah. 

    Simpulan penelitian ini, akreditasi merupakan hal yang penting untuk peningkatan kualitas lembaga, kualitas dosen, kualitas mahasiswa, dan peningkatan administrasi. Peningkatan kualitas juga akan membawa konsekuensi pada peningkatan kuantitas sarana prasarana, dan fasilitas pendukung proses keberhasilan pembelajaran dan lainnya.Departemen Keuangan juga menempatkan instrumen capaian akreditasi sebagai item penilaian tertinggi untuk menilai kinerja Badan Layanan Umum (BLU) bidang layanan pendidikan secara keseluruhan, di samping skor layanan keuangan. Rilis hasil penilaian kinerja Unnes sebagai BLU Bidang Layanan Pendidikan selama tahun 2012 yang dikeluarkan Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU menempatkan Unnes di peringkat ke-2 pada aspek keuangan (skor 23,04) dari 22 PTN BLU di Indonesia, sedangkan dari aspek layanan pendidikan “hanya” di peringkat 18 (skor 49,00) dari 22 PTN BLU di Indonesia (Surat Keputusan Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum No.KEP-219/PB.5/2013 tanggal 31 Desember 2013). 

    Dalam dua tahun belakangan ini pembahasan alokasi anggaran di Kementerian Dikbud dan Kementerian Keuangan juga telah mempertimbangkan kemajuan perolehan akreditasi institusi dan prodi-prodi suatu perguruan tinggi untuk menentukan besaran alokasi dana penelitian dan pengabdian, dana Bantuan Operasional Pendidikan Tinggi Negeri (BOPTN) dan lain-lain yang berkaitan dengan alokasi anggaran.Jelas kiranya bahwa akreditasi bagi perguruan tinggi negeri ataupun swasta adalah nyawa. Sayangnya, sivitas akademika, terutama dosen dan manajemen perguruan tinggi belum sadar pentingnya akreditasi tersebut. Rasa “memiliki” institusi dan prodi masih kurang. Pola pikir lama yaitu kerja tidak kerja, rajin tidak rajin tetap dibayar, berpikir bahwa jika operasional jurusan/prodi sudah berjalan, berarti semua “baik-baik” saja menjadi beberapa penghambat utama perubahan pola pikir. 

    Kita belum sadar sepenuhnya bahwa akreditasi sangat penting bagi para lulusan dan keberlanjutan prodi serta peningkatan mutu universitas secara keseluruhan.Nama besar, dengan jumlah mahasiswa makin besar, harus diimbangi dengan mutu institusi dan prodi yang makin digdaya sekaligus pengakuannya di tingkat nasional maupun internasional. Itu baru bergengsi, berharga diri tinggi. ( Digagas oleh Deddy Rustiono, Rabu 29 Januari 2014 )Sumber sepenuhnya dari : http://unnes.ac.id/gagasan/akreditasi-harga-diri/Judul Asli : Akreditasi = Harga Diri!

    Read More...

    Kampus WiFi

  • Rabu, 09 Oktober 2013
  • by
  • mr jarkoni

  • hotspot akses
    WiFi di Kampus

    Kampus tanpa fasilitas WiFi untuk akses internet bagaikan kapal berlayar tanpa navigasi, atau sayur tanpa garam. Gaya hidup dalam genggaman head set sudah menjadi jamak bagi sebagian besar mahasiswa. Laptop, PC tablet, smartphone tidak pernah lepas dalam denyut nadi mahasiswa seakan menjadi teman yang paling karib dalam kesehariannnya.

    Sejak beberapa tahun terakhir teknologi wireless fidelity (WiFi) yang memungkinkan akses internet dilakukan secara nirkabel melalui kartu jaringan Wi-Fi 802.11 a/b/g telah diaplikasikan untuk koneksi internet.
    Akses wireless melalui teknologi wireless fidelity (WiFi) yang biasa disebut hot spot umumnya ada di lokasi-lokasi strategis seperti mal besar, kafe-kafe, bandara dan fasilitas umum, kampus, sekolah, hotel, apartemen di kota-kota di Indonesia. Hingga kini jumlah hot spot yang disediakan oleh ISP di Indonesia telah mencapai ribuan titik. 

    Lokasi-lokasi hotspot terus tumbuh terutama di kota-kota besar. Beberapa pemain seperti TelkomTelkomsel, Indosat, XL, Biznet, CBN, dll menggelar layanan ini. Baru dua pemain yakni Telkom dan Indosat sampai dengan saat ini, telah menggelar layanan hot spot di berbagai kota. Mereka pun menyasar ke kampus-kampus menebar perangkat akses point untuk koneksi internet gratis maupun berbayar. Tak heran mereka para operator yakin suatu saat nanti tak ada lagi blank spot sejengkal pun di kawasan kampus.

    (sumber gambar : http://ndxone.blogspot.com)

    Read More...

    Kelas Karyawan Tambang Emas Kampus

  • by
  • mr jarkoni
  • Sebagai upaya mengoptimalkan sumber daya akademik hampir sebagian besar perguruan tinggi mengadakan kelas karyawan diwaktu sore hari dan akhir pekan. Penyelenggaraan pendidikan dalam kelas karyawan tentu akan memiliki kelebihan dan kekurangan, jika dukungan sumberdaya tidak optimal. Mahasiswa kelas karyawan sebagian besar disinyalir memiliki orientasi semata-mata untuk mengejar jabatan atau jenjang karir di lingkungan kerjanya. Dikhawatirkan orientasi ini tidak mampu melahirkan kompetensi bagi lulusan seperti yang telah dicanangkan oleh lembaga akademik. Suasana inipun tampaknya jelas terbaca oleh para pengajar/dosen sehingga keketatan dan rasa permisif kepada mahasiswa kelas karyawan masih sering dikedepankan. Kondisi yang kurang sehat ini seolah-olah menjadi wajar karena bagaimana tidak seorang dosen yang sudah mengajar sejak pagi hari harus "menyanyi" lagi di sore hari hingga malam.
    Agar kompetensi lulusan dari kelas karyawan tidak jauh berbeda dengan kelas reguler, maka penyelenggara harus menyiapkan sumberdayanya sebaik-baiknya, karena pelayanan prima bagi mereka harus tetap diperhatikan. Ada beberapa hal krusial yang harus diperhatikan dalam melayani mahasiswa kelas karyawan yaitu :
    1. Mahasiswa kelas karyawan sebagian besar hadir kuliah selepas bekerja. Dalam kondisi badan penat, belum sempat mandi, suasana strees di kantor belum usai.
    2. Sempitnya waktu kuliah karena harus break sholat maghrib, sering mahasiswa tidak kembali ke kelas. Lebih celakanya lagi ada dosen tertentu tidak menghentikan kulihnya meski waktu sholat maghrib usai.
    3. Kesiapan sarana dan prasarana serta pegawai ketata usahaan pun dalam kondisi yang tidak prima, dapat mengakibatkan kualitas pelayanan tidak optimal.
    4. Kecilnya tingkat kehadiran kuliah mahasiswa kelas karyawan sering terjadi karena kurangnya dukungan pihak tempat kerja mahasiswa. Mereka sering tersandera dengan pekerjaan lembur, tugas mendadak dari pimpinannya, dan sebab-sebab lain.
    Namun dari hal-hal itu semua, kehadiran kelas karyawan tetap menjadi tambang emas perguruan tinggi dalam mencukupi kebutuhan biaya dalam bisnis pendidikan tinggi. Bagi mahasiswa, kelas karyawan dapat menjanjikan peningkatan taraf hidup, kompetensi, dan prestise.

    Read More...